Mengenali Gaya Belajar Anak

Baby & Kids - 04 Nov 2018

Tak terasa si kecil sebentar lagi akan memasuki Taman Kanak-Kanak dimana ia akan dipersiapkan untuk memasuki masa pendidikan formal di Sekolah Dasar nanti. Memilih Taman Kanak-Kanak yang tepat bagi anak merupakan bagian dari tanggung jawab orangtua.

Namun orangtua juga perlu menyadari bahwa tanggung jawab utamanya terkait pendidikan anak bukanlah terletak pada menyekolahkan anak, melainkan menolong anak untuk mengembangkan berbagai kemampuan yang dibutuhkannya untuk bisa hidup dan berkontribusi secara positif di abad sekarang ini. Untuk itu, peran yang perlu diambil orangtua bukanlah sebagai pengajar yang lebih tahu dari anak, melainkan lebih sebagai fasilitator anak untuk belajar. Agar bisa menjalankan peran tersebut dengan efektif, orangtua perlu menyadari bahwa setiap anak memiliki cara belajarnya sendiri yang belum tentu sama dengan cara belajar orangtuanya. Oleh karena itu, penting sekali bagi orangtua untuk mengenali gaya belajar anaknya.

Setiap anak memiliki gaya belajar yang unik. Gaya belajar tersebut meliputi cara anak menerima informasi, menyimpannya, mengingatnya serta mengekspresikan informasi yang diingatnya. Mengenali bagaimana pola dari berbagai hal tersebut terjadi pada anak merupakan kunci untuk menemukan cara yang paling efektif untuk mendidik anak.

3 Tahap Mencerna Informasi
Otak mencerna informasi melalui tiga tahap: tahap sadar, bawah sadar dan tidak sadar. Setiap orang pada dasarnya selalu mondar-mandir di antara ketiga tahap ini dalam hitungan detik. Tahap sadar adalah tahap dimulainya proses pembelajaran dimana informasi diterima dan diorganisasikan. Bila anak tak bisa memproses informasi dengan baik di tahap sadar, maka dunianya akan penuh kekacauan. Ketika otak anak berada pada tahap sadar, ia berada dalam kondisi siap untuk menerima informasi dari dunia luar.
Tahap bawah sadar adalah tahap dimana otak anak menyaring dan mencerna berbagai informasi yang diterimanya untuk mengetahui bagaimana hubungan informasi tersebut, dengan berbagai hal yang telah mereka ketahui sebelumnya. Tahap ini menghubungkan tahap sadar dan tidak sadar, dimana informasi yang diterima di tahap sadar diteruskan ke pusat penyimpanan informasi di tahap tidak sadar, dan apa yang telah dipelajari dihantarkan dari tahap tidak sadar ke tahap sadar agar bisa digunakan. Sedang tahap tidak sadar adalah tahap dimana informasi maupun pengalaman baru anak terintegrasi dengan berbagai hal yang telah mereka ketahui sebelumnya. Tahap inilah yang memungkinkan anak berimajinasi, berkreasi dan memiliki intuisi.

Walau setiap anak pasti memproses informasi melalui ketiga tahap ini, tapi cara yang digunakan berbeda-beda. Intinya, ada tiga “bahasa” berpikir, sebagai berikut:

1.    Visual: melalui penglihatan baik dari dunia luar maupun dari dalam diri (inner visual image)
2.    Auditory: Melalui pendengaran akan suara dari dunia luar maupun dari dalam diri (inner voice)
3.    Kinestetik: Melalui merasakan sensasi dari dunia luar maupun dari dalam diri (inner feelings & sensations)

Karena itu, bukan hal aneh bila misalnya tiga anak memasuki kelas yang baru, yang diperhatikan anak A adalah apa yang dilakukan anak-anak lain dalam kelas (kinestetik), anak B berfokus pada apa yang dipercakapkan anak-anak lain dalam kelas (auditory), sedang anak C melihat sekeliling kelas untuk mencari hal-hal yang menarik baginya (visual). Jadi, ketiga anak tersebut mengorganisasikan informasi yang diterimanya dari dunia luar (tahap sadar) dengan tiga “bahasa” yang berbeda.
Ketika otak seorang anak pindah dari tahap ke tahap lain, misalnya dari tahap sadar ke tahap bawah sadar atau dari tahap bawah sadar ke tahap tidak sadar, otaknya akan berganti “bahasa”. Karena si anak perlu menggunakan semua tahap dengan efektif, maka bukan sekedar dengan “bahasa” apa otak anak belajar, melainkan dengan urutan “bahasa” yang bagaimana anak menggunakan otaknya. Untuk itu, ada enam kombinasi yang berbeda yang mungkin muncul, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1.    Auditory – Visual – Kinestetik (AVK)

Cara belajar termudah bagi anak dengan tipe ini adalah dengan mendengar lalu melihat dan kemudian mengalami. Sedang cara termudah untuk mengekspresikan pikirannya adalah dengan mengatakan lalu menunjukkan kemudian melakukan. Umumnya anak tipe ini cenderung dipandang “pandai” dan mudah mengungkapkan pikirannya dan seringkali bisa mengalahkan orang dewasa dalam berdebat.

2.    Auditory - Kinestetik – Visual (AKV)

Cara belajar termudah bagi anak dengan tipe ini adalah dengan mendengar lalu mengalami dan kemudian melihat. Cara termudah baginya untuk mengekspresikan pikirannya adalah dengan mengatakan, lalu melakukan kemudian menunjukkan. Anak tipe ini umumnya memiliki energi besar. Mereka sering mengambil peran sebagai pemimpin dan meberitahu anak lain apa yang harus dilakukan.

3.    Kinestetik – Auditory – Visual (KAV)

Anak dengan tipe ini mudah untuk belajar dengan mengalami lalu mendengar dan kemudian melihat. Cara termudah baginya untuk mengekspresikan pikiran adalah dengan melakukan, mengatakan kemudian menunjukkan. Anak tipe ini umumnya aktif, menyukai olahraga dan jarang bisa diam. Tapi mereka cenderung menghindari bertatapan mata dengan orang lain sehingga seringkali terkesan pemalu dalam hubungan sosial.

4.    Kinestetik – Visual – Auditory (KVA)

Cara termudah bagi anak dengan tipe ini untuk belajar adalah dengan mengalami, melihat dan kemudian mendengar. Sedang cara termudah baginya untuk mengekspresikan pikirannya adalah dengan melakukan lalu menunjukkan kemudian mengatakan. Anak tipe ini umumnya pendiam dan mudah menguasai hal-hal yang bersifat fisik seperti kerajinan tangan, misalnya.

5.    Visual – Kinestetik – Auditory (VKA)
Anak tipe ini mudah belajar dengan melihat, mengalami dan kemudian mendengar. Cara termudah baginya untuk mengekspresikan pikiran adalah dengan menunjukkan, melakukan kemudian mengatakan. Anak tipe ini umumnya menggunakan tangan ataupun mondar-mandir, ketika berbicara dan seringkali perkataannya berputar-putar.

6.    Visual – Auditory – Kinestetik (VAK)
Cara belajar termudah bagi anak tipe ini adalah dengan melihat, mendengar dan kemudian mengalami. Cara termudah baginya untuk mengekspresikan pikiran adalah dengan menunjukkan, mengatakan kemudian melakukan. Anak tipe ini umumnya senang membaca dan menunjukkan apapun yang dilihatnya. Dalam berpakaian, umumnya mereka sangat memperhatikan keserasian. (red)

foto: instadigest.com