Mengajari Anak Agar Tidak Memukul Saat Marah

Baby & Kids - 22 Oct 2019

Balita Anda mulai suka memukul jika marah, atau jika tidak terpenuhi keinginannya? 

Sebagai orangtua, Anda harus realistis. Semua anak melakukannya!  Mereka memiliki kemampuan verbal terbatas dan tidak dapat mengendalikan lingkungan mereka. Hal inilah yang membuat mereka frustasi atau marah. Jadi, tidak heran kalau mereka terkadang menyerang atau memukul, karena tidak tahu harus berbuat apa. 

Hal ini memang sebaiknya jangan terus dibiarkan. Takutnya, terbawa-bawa hingga ia dewasa. Ajari anak Anda bagaimana cara mengatasi rasa frustasi dan amarahnya. 


1. Jangan Memukul untuk Mendisiplinkan

Sebagian orangtua berpikir jika mereka balik memukul, hal itu akan mendisiplinkan anak. Padahal memukul balik bisa membuat anak menjadi bingung karena Anda menasehati mereka dengan melakukan hal yang sama. Dengan Anda memukulnya, ia belajar bahwa adalah satu cara agar orang lain mematuhi perintahnya atau memenuhi keinginannya. Cukup peringati Si Kecil dengan tegas atau memberikan ia konsekuensi yang mendidik.


2. Ketahui Pemicunya

Perhatikan jika Si Kecil sering memukul atau menyerang, lalu cari tahu penyebabnya. Apakah karena lelah, lapar, bosan atau marah. Bisa jadi, Si Kecil terpengaruh lingkungan sekitarnya. Selalu awasi anak saat mereka bermain, dan cegah mereka memukul teman sepermainannya. 


3. Memberi Arahan 

Saat Si Kecil hendak memukul, segera pegang tangannya dan katakan, "Jangan memukul, nak. Ibu sayang kamu tapi Ibu tidak senang bila kamu memukul.” Kalimat seperti ini cukup efektif untuknya agar mau mendegarkan pengarahan Anda.


4. Alihkan Perhatiannya

Setelah Anda melarangnya memukul, segera alihkan perhatiannya dengan mengajak ia berpartisipasi dalam permainan lain tanpa konfrontasi. Dengan demikian, untuk sementara, ia dan temannya akan melakukan permainan baru dengan tenang.


6. Minta Maaf 

Bila Si Kecil terlanjur memukul, ajak ia minta maaf kepada teman atau orang lain yang dipukulnya sebagai cara untuk mendisiplinkan anak. 


7. Awasi Saat Bermain

Dampingin saat anak bermain bersama teman-temannya. Anda tidak harus selalu berada di dekatnya, yang penting Anda bisa dengan mudah mengawasinya. (Red)