Mencegah Penyebaran Hepatitis A pada Anak

Baby & Kids - 19 Jun 2017

Hepatitis A merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus. Pada anak-anak, penyakit ini umumnya ringan, namun dapat menjadi serius  pada orang dewasa.  

Sebagian besar bayi dan anak-anak yang terinfeksi hepatitis A tidak memiliki gejala, kalau pun ada, gejala tersebut ringan saja. Sehingga banyak orangtua yang tidak mengetahui bahwa anaknya menderita hepatitis A. Pada anak yang lebih tua, remaja dan orang dewasa cenderung menjadi sakit saat terinfeksi hepatitis A. 

Gejala hepatitis A meliputi: demam, kelelahan, kehilangan selera makan, mual, muntah, sakit perut, kulit dan bagian putih mata menguning. 

Iinfeksi hepatitis A menyebabkan penyakit parah sehingga hati berhenti bekerja dan orang tersebut dapat meninggal. Namun hal ini jarang terjadi. Pada kasus lainnya, transplantasi hati mungkin diperlukan.

Bagaimana hepatitis A menyebar?

Virus Hepatitis A ditemukan di tinja (kotoran) orang yang terinfeksi. Bisa menyebar langsung dari orang ke orang atau makanan atau air yang sudah terkontaminasi tinja yang memiliki virus. 

Untuk mencegah penyebaran virus, pastikan setiap orang di rumah Anda mencuci bersih tangannya dengan air sabun sebelum makan atau menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet atau setiap kali mengganti popok Si Kecil.

Hepatitis A didiagnosis dengan tes darah. Tidak ada obat untuk mengatasi hepatitis A, sebab hepatitis A merupakan infeksi jangka pendek yang akan hilang dengan sendirinya. Tidak seperti hepatitis B, orang yang menderita hepatitis A  tidak menjadi pembawa virus (carrier). 

Lalu, perlukah anak diberi vaksin hepatitis A?

Vaksin hepatitis A dipercaya bisa mencegah infeksi hepatitis A setidaknya untuk 20 tahun. Vaksin ini dapat memberikan perlindungan sejak  dua minggu setelah dosis pertama diberikan. Untuk perlindungan yang lebih lama, dibutuhkan dosis kedua pada 6 hingga 18 bulan setelah dosis pertama diberikan.

 Vaksin hepatitis A tidak direkomendasikan untuk anak-anak di bawah 1 tahun. Namun penelitian menyebutkan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif untuk bayi usia 6 bulan ke atas yang diketahui tidak memiliki alergi terhadap isi vaksin. (YU)

Foto: babycenter.com