Family Guide Indonesia

Manfaat Sikap dan Perhatian Positif Terhadap Anak

Baby & Kids - 12 Sep 2020

Setiap hari orangtua melakukan interaksi dengan anak-anaknya berkali-kali. Yang paling penting dalam hal interaksi adalah menunjukkan atensi atau perhatian positif dan menikmati momen-momen harian bersama anak-anak.

Apa sih atensi atau perhatian positif itu? Itu adalah cara orangtua menunjukkan kegembiraan dan kehangatan suatu hubungan pada anak-anaknya dan dengan cara: tersenyum pada anak-anak, melakukan kontak mata dan menggunakan ekspresi wajah peduli, bersikap lembut dan perhatian pada anak, menggunakan kata-kata untuk menyemangati anak, dan menunjukkan minat pada hal-hal dan aktivitas yang disukai anak serta prestasinya. 

Lantas, apa yang dipelajari anak dari perhatian positif orangtua? Penting bagi anak-anak memiliki pengalaman dan hubungan yang menunjukkan kalau mereka dihargai dan menjadi seseorang yang bisa menyenangkan atau membahagiakan orang sekitarnya.  Reaksi, respon dan perhatian positif dari orang dewasa akan membantu anak-anak membangun gambaran tentang betapa berrharganya diri mereka. 

Citra diri atau konsep diri seorang anak dibangun dari waktu ke waktu dengan positif dan cinta kasih dari ayah, ibu dan orang-orang terdekatnya. Citra diri yang sehat sangatlah penting, tidak hanya untuk hubungan anak dengan orang lain, namun juga penting untuk kepercayaan dirinya dalam pergaulan dan menghadapi kehidupan kelak. 

Perasaan anak-anak tentang keamanan dan kenyamanan datang dari interaksi mereka dengan orangtua dan orang dewasa yang peduli pada mereka. Ketika anak Anda merasa takut, merasa tidak pasti atau menghadapi situasi yang baru atau asing, ia akan menatap Anda untuk memastikan kalau orangtuanya akan memberikan perlindungan dan kenyamanan. 

Pada kasus yang ekstrim, dimana orangtua tidak bisa fokus dengan rutin pada kebutuhan bayinya, maka bayi bisa menjadi tertekan. Penelitian menunjukkan jika hal ini terjadi cukup lama, mulai dari usia bayi hingga bayi  berusia 6 bulan, ia akan menunjukkan tanda-tanda stress. 

Bagaimana orangtua bisa menunjukkan perhatian positifnya? 

Sejak lahir ke dunia, anak-anak memperhatikan apa yang orangtuanya katakan dan lakukan. 

Bayi baru lahir

Bahkan bayi yang baru lahir pun siap untuk menjalin hubungan, berkomunikasi dan belajar dari segala sesuatu dan orang-orang disekitarnya. Semakin Anda merespon dan berkomunikasi dengan bayi, maka akan semakin banyak manfaat yang didapat Si Kecil. Anda bisa merespon upaya bayi yang baru lahir untuk berkomunikasi dengan cara:

- Menghibur saat ia menangis

- Tersenyum saat ia tersenyum

- Menanggapi suaranya dengan ucapan atau kalimat yang masuk akal (bahkan ketika Anda tidak mengerti apa yang mereka maksudkan).


Bayi, balita dan anak yang lebih tua

Saat anak semakin beranjak besar, gabungan dari ucapan dan tindakan Anda bisa memberikan pesan penting bagi anak. 

- Anda harus menyadari bahwa anak mungkin akan menginterpretasikan ekspresi wajah atau nada suara Anda. Ingat, bahkan bayi pun bisa mengerti dan menggunakan kata-kata, mereka sensitif terhadap nada suara, gestur, ekspresi wajah dan bahasa tubuh.

- Manfaatkan aktivitas sehari-hari. Mandi, ganti popok, atau memberi makan mungkin terlihat seperti hal yang rutin setiap hari. Namun aktivitas harian ini memberikan kesempatan pada orangtua untuk berhubungan dengan anak dengan cara yang penuh makna. Misalnya, 

Anda mungkin ingin memeluk dan menggelitik Si Kecil saat Anda sedang mengeringkan tubuhnya setelah mandi.

- Setiap kali Anda bisa, singkirkan pekerjaan atau tugas Anda dan terlibatlah dalam momen kebersamaan dengan anak. Anda  bisa melakukan hal yang  sederhana bersama-sama, seperti ikut jongkok bersamanya melihat semut atau serangga di lantai, dan sebagainya.

- Tatap anak Anda, tersenyum padanya, tunjukkan minat Anda, memperhatikan dan terlibat dengannya dalam cara yang positif. Itu semua akan mengirimkan pesan bahwa anak Anda adalah sosok yang spesial dan penting. 

- Fokus pada hal-hal positif. Jika Anda selalu mengoreksi anak, atau Anda terlihat tidak bahagia, marah atau terganggu saat sedang bersama-sama, hal ini akan mengirimkan pesan pada anak bahwa ia tidak dihargai dan dibutuhkan. Sebelum Anda mengoreksi atau mengritik anak, tanyakan terlebih dulu pada diri Anda apakah hal tersebut diperlukan? Apakah hal tersebut penting atau sebaiknya dibiarkan saja?

Memang, bersikap positif setiap saat memang tidak realistis. Anak-anak pun cukup mampu mengatasi momen dimana orangtuanya kadang-kadang kurang sensitif, marah atau tidak ada saat dibutuhkan. 

Namun saat sebagian besar interaksi sehari-hari berjalan dengan buruk dan negatif, atau orangtua sulit bersikap positif pada anak-anaknya, ini bisa jadi merupakan tanda orangtua mengalami tekanan atau stress. Jika Anda menemukan diri Anda dalam situasi seperti ini, ada baiknya mencari bantuan professional. (red)

Foto: lutherwood.ca