Jangan Buat Anak Stress

Baby & Kids - 05 Nov 2019

Anak-anak ternyata bisa stress juga lho! Saat segala sesuatunya tidak berjalan lancar, mereka merasa tidak bahagia. Biasanya, masalah yang membuat mereka tertekan adalah teman dan sekolah. Sebagai orangtua, Anda mungkin tergoda untuk menghibur mereka dengan memberikan es krim, kue, membiarkannya nonton TV atau bermain video game. 

Namun, ada cara yang lebih baik  lagi untuk membuat anak yang cemberut menjadi tersenyum gembira. “Anda tidak ingin membeli kebahagiaan anak. Anda ingin memberikan mereka skill atau keterampilan yang akan membantu anak mengatasi kesedihan atau kemarahan,” jelas says Kristy vanMarle, PhD, asisten professor Ilmu Psikologi di University of Missouri, Columbia. Berikut solusi sehat untuk membuat anak kembali ceria:

1. Bermain bersama. Saat anak Anda merasa sedih dan marah terhadap temannya yang nakal di sekolah, menemaninya adalah hal terbaik. Anak-anak sensitive dan peduli pada perhatian orangtuanya. Tunjukkan pada anak bahwa ia sangat dicintai dan istimewa. Salah satu cara terbaik untuk bermain adalah dengan melakukan sesuatu yang aktif, seperti berjalan-jalan atau bersepeda bersama. Ajarkan pada anak bahwa latihan fisik bisa mengurangi stress dan membuat perasaan menjadi lebih baik.

2. Membicarakan masalahnya. Anak-anak di usia sekolah (TK) seringkali merasa sulit mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Ia mungkin tidak dapat memberitahu kalau sedang merasa ‘kecewa’ atau ‘frustasi.’ Yang mereka tahu hanya perasaan tidak senang. Anda sebaiknya membantu anak untuk mengungkapkan perasaannya. Misalnya, “Ibu/ ayah lihat kamu sedih karena Daffa tidak mau bermain denganmu.”  Sebagai orangtua, jangan pernah meremehkan emosi anak. Jika ia mengatakan sedang sedih atau takut atau marah, Anda wajib membicarakan dengannya. Karena anak akan menyadari bahwa ada orangtua yang mendukungnya. Kuncinya adalah mendengarkan dan berempati.

3. Beri mereka waktu untuk sendirian. Setelah membicarakan masalahnya, biarkan mereka beristirahat untuk membantunya rileks dan tenang. Bermain sendiri dapat membantu anak belajar mandiri, sehingga tidak bergantung pada orang lain untuk bisa terhibur atau bersantai. “Penting bagi anak-anak untuk sesekali duduk diam tanpa harus mendapat perintah atau masukan dari orangtua,” kata vanMarle. “Itu adalah skill yang dibutuhkan anak untuk berkembang.”

4. Tidurkan anak. Kadang anak-anak menjadi rewel karena lelah. Anak usia sekolah (5-12 tahun) butuh waktu tidur 10 hingga 11 jam di malam hari. Agar anak tidur teratur, buat ritual rutin yang menenangkan. Misalnya, pembicaraan singkat tentang hari yang ia lalui, lalu mandi, kemudian membaca buku bersama-sama. Atur penerangan lampu dan menjaga suhu ruangan yang nyaman untuk tidur. Sebaiknya jam berangkat tidur dan bangun tidur harus sama setiap hari. Ajarkan pada anak bahwa tubuhnya perlu tidur sehingga ia punya energi untuk bermain dan bersenang-senang. (Red)

 foto : donnaschwartzmusic.com