Family Guide Indonesia

Jaga Saluran Cerna Anak Agar Tidak Mudah Sakit

Baby & Kids - 20 Nov 2020

Sistem pencernaan memegang peran vital dalam menjaga kesehatan, tentu saja termasuk kesehatan anak. Untuk itu perlu memastikan sistem pencernaan anak berjalan dengan baik alias sehat. Saluran cerna memainkan peranan penting dalam kebahagiaan dan tumbuh kembang anak karena dapat mempengaruhi kualitas penyerapan zat gizi dari makanan, kecerdasan otak, juga sistem imunitas. 

Menurut ahli gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Saptawati Bardosono, salah satu ciri pencernaan sehat adalah adanya keseimbangan komunitas mikrobiota baik pada usus. “Bila komposisi mikrobiota saluran cerna anak dalam keadaan seimbang, maka akan terjadi komunikasi timbal-balik antara saluran cerna dengan otak yang mengatur fungsi kognisi (kemampuan berpikir), perilaku dan karakter anak,” kata Saptawati dalam temu media Nestle Lactogrow Happy Wonderland di Jakarta, baru-baru ini. 

Saluran cerna sehat, kata Saptawati, juga bisa ditandai dengan proses buang air besar yang lancar, serta anak tidak mual muntah. Saptawati, yang biasa disapa Dokter Tati menyebut, pencernaan yang sehat punya hubungan erat dengan kekebalan tubuh yang baik. Keseimbangan mikrobiota yang baik di saluran cerna akan efektif melawan kuman jahat yang membuat anak sakit. “Saat kekebalan tubuh baik, maka kuman jahat tidak mudah menyerang,” ujarnya. Semua hal ini, kata Dokter Tati, sulit dimiliki oleh seorang anak apabila asupan makanannya kurang baik dan defisit nutrisi seperti vitamin dan mineral, terutama vitamin A, vitamin D, kalsium, zat besi dan seng. 

Dokter Tati lebih lanjut menjelaskan, kesehatan saluran cerna terlihat pada keseimbangan bakteri baik (disebut dengan istilah probiotik) dan jahat di dalam tubuh. ASI ternyata mengandung probiotik alami, yaitu Lactobacillus yang efektif menjaga saluran cerna anak tetap sehat. Sumber probiotik lainnya adalah yogurt kental. Untuk itu, menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat di saluran cerna, bakteri baik ini harus diberikan prebiotik, yakni makanan untuk probiotik. Prebiotik banyak terdapat dalam serat, yang bisa didapat melalui cukup konsumsi sayur dan buah-buahan secara rutin. “Dengan memberikan makanan yang menunjang pertumbuahnnya, diharapkan  probiotik (bakteri baik) yang sudah ada dalam usus akan berkembangbiak dan tumbuh lebih banyak,” tandasnya.

Sumber: DokterDigital

foto: washingtonpost.com