Family Guide Indonesia

Cara-cara Mengadopsi Anak

Baby & Kids - 11 Feb 2020

Belum dikaruniai anak menjadi masalah bagi pasangan Suami Istri, apalagi kalau usia pernikahan makin bertambah. Namun bila impian memiliki anak belum terwujud ada cara terakhir yang bisa di tempuh dengan cara mengadopsi anak. Sebenarnya proses adopsi dapat dilakukan dengan mudah, selama pasangan suami istri mampu menyayangi dan merawat anak yang akan diadopsi dengan baik.

Karena yang diadopsi umumnya bukan anak dari kerabat ataupun orang yang kita kenal, tidak menutup kemungkinan akan muncul berbagai maslaah dikemudian hari, sehingga dibutuhkan legalitas dari segi hukum. Mengenai hal ini, Indonesia sendiri mengatur hukum adopsi dengan dikeluarkannya surat edaran Mahkamah Agung No.6 Tahun 1983 yang mengatur tata cara mengadopsi anak. 

Peraturan Berlaku
Selain itu berdasarkan keputusan Mentri Sosial RI No.41/HUK/Kep?VII/1984 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak yang diantaranya pasangan suami istri harus berstatus menikah usia minimal 25 tahun dan maksimal 45 tahun. Selain itu pasangan yang dapat mengadopsi anak telah menikah 5 tahun pada saat pengajuan dan menyerahkan dokumen keterangan seperti tidak memungkinkan memiliki anak kandung dari dokter ahli, tidak memiliki anak, memiliki satu anak kandung atau hanya memiliki satu anak angkat tapi tidak memiliki anak kandung. Syarat berikutnya harus memiliki kondisi keuangan dan sosial yang mapan dan syarat lainnya.

Prosedur Resmi
Bila telah sepakat suami istri dan menanyakan saran ke keluarga besar, barulah kita mengajukan surat permohonan ke pengadilan di wilayah tempat tinggal calon anak angkat. Untuk di Jakarta pemerintah telah menunjuk Yayasan Sayap Ibu dan Yayasan Matahari terbit untuk wilayah Surabaya. Selanjutnya petugas dinas sosial akan mengecek mulai dari kondisi ekonomi, tempat tinggal, kondisi kejiwaan dan sebagainya. Selanjutnya anda dan calon anak angkat diberi waktu untuk saling mengenal dan berinteraksi, biasanya pengadilan akan mengizinkan si anak untuk tinggal selama 6 sampai 12 bulan, namun masih dibawah pantauan dinas sosial. Permohonan akan di setujui atau ditolak. Nah bila disetujui akan dikeluarkan surat ketetapan dari pengadilan yang berkekuatan hukum. (DL)