Cara Efektif Mengatasi Dehidrasi pada Bayi

Baby & Kids - 20 Oct 2019

Air memiliki peran penting bagi semua mahluk hidup. Bila seseorang tidak mengonsumsi air dengan cukup setiap harinya, ia akan terkena dehidrasi. Bayi lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa.

 Pada bayi dan anak-anak, kasus dehidrasi ringan mungkin menjadi parah karena mereka belum mampu mengenali gejala dehidrasi sehingga pengobatannya bisa jadi terlambat. Nah, dehidrasi ringan tersebut bila tidak segera diatasi dapat mengancam nyawa. Sebab itu perlu perhatian dan perawatan yang tepat saat bayi Anda menderita dehidrasi.

Penyebab Dehidrasi pada Bayi

Penting untuk memahami bahwa dehidrasi bukanlah penyakit, melainkan kondisi yang tercipta. Berikut adalah penyebab yang meningkatkan kemungkinan terjadinya dehidrasi pada bayi.

 1. Demam

Ketika bayi Anda menderita demam, ada kemungkinan ia akan mengalami dehidrasi karena tubuh kehilangan banyak air sementara asupan cairannya sangat sedikit.

2. Diare

Jika Si Kecil menderita diare akut, tubuhnya kehilangan sejumlah besar elektrolit dan juga air dalam kurun waktu singkat, sehingga menyebabkan dehidrasi.

3. Muntah

Jika bayi mengalami muntah, tubuhnya kehilangan air dan mineral penting sehingga menyebabkan dehidrasi.

4. Keringat berlebihan

Karena cuaca panas, Si Kecil mungkin berkeringat banyak, sehingga kehilangan banyak air dari sistem tubuhnya sehingga menyebabkan dehidrasi.

5. Tidak mampu menyerap cairan

Terkadang, karena sakit tenggorokan atau penyakit lainnya, bayi Anda mungkin tidak dapat mengambil cairan dan  mengalami dehidrasi.

Gejala Dehidrasi

Salah satu tanda yang disebutkan di bawah ini dapat mengindikasikan dehidrasi:

• Tidak ada popok basah selama lebih dari enam jam.

• Kantuk yang berlebihan.

• Bibir dan mulut kering.

• Tidak ada air mata saat menangis.

Selain itu, jika bayi Anda mengalami dehidrasi yang parah, selain gejala yang telah disebutkan di atas, gejala lainnya adalah:

• Mata cekung dan ubun-ubun kepala yang cekung (Sunken Fontanels).

• Tangan dan kaki yang dingin.

• Kantuk berlebihan sampai tingkat ketidaksadaran.

• Denyut jantung cepat dan tekanan darah rendah.

Cara Mengetahui Bayi Menderita Dehidrasi

Cara terbaik untuk mengetahui apakah bayi Anda mengalami dehidrasi adalah dengan melihat atau menganalisis warna air kencingnya. Jika urin berwarna terang dan jernih, artinya tingkat asupan cairannya optimal atau memadai. Tapi jika warna urin kuning atau kuning gelap, hal tersebut menandakan dehidrasi.

Cara Mengatasi Dehidrasi

Perawatan dehidrasi pada bayi meliputi beberapa langkah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencoba untuk menghidrasi tubuh bayi Anda  sebanyak mungkin. Berikut caranya: 

1. Tetap memberikan ASI atau susu formula. Jika Si Kecil muntah, cobalah untuk menyusuinya lebih sering dalam jumlah yang sedikit (setiap 2 jam).

2. Lakukan Terapi Rehidrasi Oral (TRO) dengan cara memberikan cairan oralit yang mengandung gula dan garam atau dikenal juga dengan istilah Larutan Gula Garam (LGG). 

3. Tetap memberikan makanan padat pada bayi (jika memang sudah MPASI). Makanan membantu menyediakan energi yang dibutuhkan bayi. Tapi, jangan memberikan makanan yang sulit dicerna.

4. Istirahat

Bahkan jika Si Kecil sudah mulai sembuh dehidrasinya, Anda harus melarangnya beraktivitas. Disarankan untuk istirahat setidaknya 24 – 36 jam, agar tubuh kembali pulih.  

Dehidrasi tidak boleh dianggap enteng karena bisa berakibat fatal. Hubungi dokter jika pengobatan di rumah tidak memberikan dampak berarti bagi kondisi Si Kecil. (red)

Foto: makeyourbabylaugh.com