Family Guide Indonesia

Bermain Itu Belajar

Baby & Kids - 07 Aug 2020

Bermain merupakan salah satu cara menstimulasi pertumbuhan secara jasmani dan diyakini juga merupakan “asupan bergizi” untuk perkembangan otak saat kita dewasa. Jadi kalau masa kecil kita kurang bermain, berarti masa kecil kita kurang bahagia.

Jangan sekali-kali meremehkan anak jika mereka sedang bermain, karena saat itulah mereka sedang mengasah kemampuan berfikir mereka. Bermain bagi anak dapat memicu ide dan kemampuan anak dalam beraktivitas, serta memberi kontribusi pada perkembangan intelegensianya. Bermain merupakan kegiatan yang spontan dan bisa memberikan pembelajaran tentang sekelilingnya, tanpa membuat anak merasa terbebani.

Jangan Merampas Hak
Dilain sisi sebagai orangtua yang baik, tentunya kita menginginkan masa depan yang cerah bagi si buah hati. Perkembangan jaman sekarang menuntut kita untuk mengikuti pola apa yang saat ini sedang trend dalam masyarakat. Salah satu contohnya adalah“berinvestasi ilmu” atau mengajarkan anak pelajaran sejak dini. Tidak salah memang bila melakukan ini, namun kebanyakan orangtua menjadi terlalu bernafsu untuk menjadikan anaknya super pintar, dengan memberikan banyak kursus atau menjejali anak dengan berbagai ilmu pengetahuan yang belum saatnya diterima si anak. Dengan kata lain, kita telah “mencuri” masa-masa indah mereka.


Harus Seimbang
Bermain atau belajar, keduanya sama baik, namun harus ada takarannya. Di era modern ini, menuntut masyarakat untuk bersaing. Oleh karena itu, tercipta pola pikir “menciptakan manusia modern” yang siap menghadapi segala tantangan di masa depan. Para orangtua pun lalu bersaing menyiapkan anaknya menjadi anak super, dan terkadang melampaui batas-batas. Anak dijejali ilmu pengetahuan, bahkan sejak memulai kehidupan mereka sebagai manusia. Padahal masa perkembangan anak sampai umur 3 tahun adalah masa-masa keemasan mereka, di mana otak mulai berkembang dan anak dapat menerima asupan apa saja yang diberikan, tanpa bisa memilah. Bagi anak-anak usia emas, ada baiknya kita membebaskan mereka untuk bereksplorasi dengan cara bermain. Karena dengan bermain, si anak dapat mengembangkan kepercayaan diri, memahami diri sendiri, menjelajah lingkungannya, meningkatkan kreativitas, menghilangkan stres dan melatih perkembangan motorik serta kecerdasan mereka.

Solusi Terbaik
Jadi kapan anak mulai belajar? Para orangtua, tak perlu khawatir anaknya menjadi bodoh dan tertinggal dengan anak-anak lain. Karena dengan membiarkan anak bermain, berarti kita sedang menyiiapkan otak si anak untuk berkembang dan tanpa disadari, anak sudah bisa menyerap banyak pengetahuan yang berguna untuk pertumbuhannya. Jadi dengan kata lain, saat anak bermain, berarti dia sedang belajar banyak hal yang dapat mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Jadi jangan larang anak, kalau ia sedang bermain ya! (DL)

foto: naturespath