Bantu Si Kecil Mengelola Emosi

Baby & Kids - 12 Apr 2019

Menjerit, menangis,  membanting mainannya atau bahkan memukul, merupakan cara Si Kecil meluapkan emosi negatifnya. Hal ini wajar dan menjadi bagian pengembangan diri yang normal. Selain mencari perhatian, kelelahan, lapar dan perasaan tidak nyaman, penyebab anak mengalami ledakan emosi lainnya adalah  ketika ia frustrasi karena keinganannya tidak tercapai. Pada anak-anak, mengatur emosi dan mengelola perilaku merupakan keterampilan yang berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu. Seperti keterampilan lainnya, Si Kecil pun perlu belajar dan melatihnya. Tentu, dengan bantuan Anda, sebagai orangtuanya. Berikut sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak belajar mengelola emosinya:

 

Ø  Berempati pada Anak

Menyuruh anak untuk diam atau berhenti menangis bukan cara yang efektif untuk meredam emosi anak. Cobalah berempati padanya dengan menerima perasaan sedih, marah atau frustasi yang dirasakan Si Kecil saat itu. Ketika rasa kesalnya hilang, Anda bisa menanyakan penyebabnya dan meminta Si Kecil menceritakannya.

 

Ø  Dengar dan Respon

Setelah anak menceritakan penyebab kemarahannya, dengarkan baik-baik dan beri respon. Jika Si Kecil masih mengalami kesulitan menyampaikan kata-katanya, Anda bisa membantunya, dengan mengatakan, “Oh, jadi itu yang membuatmu kesal, atau “Ya, itu pasti menyakiti hatimu.” Tawarkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. Mendengarkannya dengan tulus, dan usaha untuk memahaminya merupakan cara yang paling dibutuhkan anak-anak untuk kembali merasa tenang. Jelaskan juga pada anak, kalau ledakan emosinya adalah sikap yang  tidak dapat diterima. Anda bisa mengatakan: “Ibu tahu kamu masih marah, tapi bukan berarti kamu harus memukul.” Lalu beritahu anak tentang hal-hal yang bisa dilakukannya.

 

Ø  Pelukan Hangat

Saat Si Kecil sedang marah atau sedih, pelukan ibu dapat membuatnya merasa nyaman dan aman. Sehingga, ledakan emosinya akan berkurang sedikit demi sedikit dan anak menjadi tenang kembali.

 

Ø  Mengalihkan Perhatian

Balita biasanya masih mudah dialihkan perhatiannya. Lakukan strategi ini agar Si Kecil lupa dengan rasa kesalnya.

 

Ø  Pastikan Anak Cukup Tidur

Tidur sangat penting untuk kesejahteraan anak. Kurang tidur menyebabkan anak mudah marah, sedih dan cenderung hiperaktif. Kebutuhan tidur anak berdasarkan usianya. Namun tiap-tiap anak adalah individu yang unik dengan kebutuhan tidur yang berbeda.

 

Ø  Berikan Waktu untuk Anak dan Anda Sendiri

Jika anak tak kunjung reda rasa kesalnya, berikan waktu untuknya menenangkan diri. Begitu juga dengan Anda jika merasa takut kehilangan kontrol emosi. Misalnya dengan menyuruhnya untuk menenangkan diri di ruangan yang tenang (bisa kamarnya). Gunakan kalimat positif dan membujuk aat menyuruh anak, jangan memerintahnya dengan kalimat keras. Cara ini bisa diterapkan pada anak usia 3 – 5 tahun karena mereka sudah bisa diajak kerja sama.

 

Ø  Meminta Maaf

Orangtua juga melakukan kesalahan terhadap anaknya. Kendali emosi Anda mungkin kendor sehingga memarahinya dengan keras. Ketika ini terjadi, maka meminta maaflah pada anak dengan tulus. Jelaskan padanya mengapa Anda melakukan tindakan tersebut.

 

Ø  Anda Adalah Teladan Anak

Anak-anak belajar dari orangtuanya. Ketika orangtua berteriak, mereka belajar untuk berteriak. Ketika kita berbicara dengan santun, mereka belajar berbicara dengan santun. Setiap saat Anda adalah contoh bagi anak. Setiap  kali Anda belajar mengendalikan emosi saat sedang marah, mereka pun akan belajar mengendalikan emosinya dan bersikap tenang. (red)

 foto: kidsinthehouse.com