Ayo, Ajak Si Kecil Bicara!

Baby & Kids - 04 Sep 2019

Apakah bayi mengerti ucapan yang keluar dari mulut Anda saat mengajaknya berbicara? Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa tidak penting mengajak bayi berbicara, karena bayi juga tidak akan mengerti ucapan kita. Tentu, ini anggapan yang keliru. 

Penelitan menunjukkan bahwa anak-anak yang orangtuanya sering berbicara dengan mereka sejak dini memiliki keterampilan berbahasa yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang orangtuanya jarang mengajak berbicara.

Ada banyak alasan mengapa aktivitas seperti membacakan dongeng dan menyanyikan lagu pengantar tidur untuk bayi merupakan hal penting. Menurut penelitian, balita yang orangtuanya sering mengajak berbicara mengembangkan kemampuan mengolah bahasa dan kosakata lebih baik sejak usia mereka 18 bulan. Kemampuan bahasa yang dikembangkan pada usia dini berkorelasi dengan kemampuan membaca, menulis, dan interpersonal pada masa kanak-kanak dan dewasa.

Bayi sebenarnya sudah belajar bahasa ibunya sejak dalam kandungan. Dan saat dilahirkan ia sudah mempunyai kemampuan mengenali suara dan pola bahasa ibunya. Orangtua dan pengasuh bayi adalah orang dewasa yang paling sering berinterkasi dengan bayi. Cara orang dewasa merespon dan melibatkan bayi akan membantu perkembangan bahasa mereka di tahun-tahun awal. Jadi, saat Anda mengatakan betapa Anda mencintai dan menyayanginya, ketahuilah bahwa bayi Anda memahaminya.

Berikut sejumlah cara untuk  bicara dengan bayi, sehingga kemampuan kognitifnya bisa berkembang dengan baik:

1. Senyum dan berbicaralah dengan Si Kecil tentang aktivitas sehari-hari Anda. Contohnya: “Bunda mau pasang popok adik nih…” Atau “Bunda lagi nyiapin pita rambutmu, agar kamu terlihat makin cantik.”

2. Saat bicara dengan bayi Anda, gunakan kata-kata positif dan menyenangkan. Bicaralah dengan nada yang lembut dan perlahan sambil menatap matanya.

3. Bacakan buku cerita atau dongeng untuknya. Cara ini bermanfaat untuk mengenalkan kosa kata yang lebih banyak pada Si Kecil. Bacakan dengan suara lantang agar Si Kecil terfokus pada cerita Anda.

4. Bernyanyilah bersama bayi Anda. Bahasa yang dikombinasikan dengan musik membuatnya lebih mudah mengingat kata-kata.

5.  Ajukan pertanyaan pada bayi Anda, seperti, “Dedek mau makan?” Tentu Anda tidak perlu menunggu responnya karena ini  merupakan cara untuk merangsang kemampuan bayi mengenali kosakata.

6. Jalinlah bonding/ikatan dengan bayi Anda. Curahkan cinta dan kasih sayang Anda dalam percakapan Anda dengan Si Kecil. (red)

Foto: ukrobstep.com