Apa Itu Tes APGAR?

Baby & Kids - 25 Nov 2019

Tes Apgar diperkenalkan oleh Virginia Apgar, ahli anastesi dari AS. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan bayi yang baru lahir beradaptasi dengan dunia di luar rahim ibunya. Tes Apgar dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada menit ke-1 dan ke-5. 

Pemeriksaan pada menit ke-1 dilakukan untuk menentukan tindakan pertolongan oleh dokter jika terdapat kelainan. Bila hasil penilaiannya di atas 7, berarti bayi beradaptasi dengan baik sehingga tidak diperlukan tindakan khusus. Tetapi, bila nilainya di bawah 7 berarti bayi tersebut memerlukan pertolongan khusus. 

Ada 5 hal pokok yang diperiksa, yaitu:

•  Appearance: Penampilan, yang dilihat dari warna kulit.

 Pulse: Frekuensi denyut jantung.

 Grimace: Usaha bernapas yang dilihat dari kuat lemahnya tangisan.

 Activity: Aktif atau tidaknya tonus otot.

 Reflex: Reaksi spontan atas rangsang yang datang.

Serangkaian pemeriksaan tadi masing-masing akan diberi nilai. Bila reaksi bayi bagus, maka nilainya 2. Reaksi kurang baik bernilai 1, sedangkan reaksi buruk bernilai 0. Kesemua nilai tadi akan dijumlahkan, sehingga didapatlah hasil sebagai berikut:

- Nilai 10: Bayi memberi reaksi sangat baik pada semua pemeriksaan.

- Nilai 7-10: bayi dianggap memiliki kemampuan adaptasi yang baik.

- Nilai di bawah 7: Fungsi jantung dan paru-paru bayi tidak baik, sehingga perlu pertolongan.

- Nilai 0: Bayi meninggal saat lahir.

“Tes ini tak mutlak harus dijadikan patokan oleh para ibu, karena hasil tes yang bagus pun tak menjamin pertumbuhan kesehatan yang prima di bulan-bulan berikutnya," demikian ujar dr. Jose R.L. Batubara, Sp.AK dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta lebih lanjut. 

Dengan kata lain pemeriksaan ini tidak dapat memperkirakan kondisi kesehatan dan kejiwaan bayi setelah besar nanti. Hanya saja, melalui tes ini para penolong persalinan bisa segera mengetahui bila ada kelainan yang terjadi pada bayi sehingga bisa secepatnya ditolong. (red)