Anak Susah Makan Karena Genetik?

Baby & Kids - 11 Jun 2019

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Of Child Pshychology and Psychiatry menunjukkan adanya hubungan faktor genetis dengan kebiasaan anak yang susah makan.


Penelitian ini melibatkan 1.900 pasang anak kembar usia 16 bulan, untuk meneliti kecenderungan mereka dalam memilih makanan berdasarkan tekstur, rasa, dan bau makanan yang ditawarkan (disebut ‘kerewelan makanan’) dan penolakan mereka untuk mencoba makanan baru (disebut ‘nephobia makanan’).


 Penggunaan anak kembar identik (yang berbagi 100% dari gen mereka), dan kembar non-identik (yang berbagi 50% dari gen mereka) membantu untuk melihat pentingnya faktor genetis dibanding faktor lainnya. Hasil penelitian menunjukkan faktor genetis bisa mempengaruhi kecenderungan anak susah makan sebesar 46% dalam hal kerewelan makanan, dan 58% dalam hal neophobia makanan. 


Meski demikian, orangtua masih bisa memodifikasi perilaku susah makan anak dengan mengubah kebiasaan makan di keluarga. Andrea Smith, peneliti dari University College, London, menyarankan agar orangtua tidak memaksa atau menyuapi anak mereka untuk makan. Melainkan berulang kali menawarkan kepada anak di luar waktu makan, dan memuji setiap upaya anak untuk menyentuh atau mencium baunya. (red)


foto: theodysseyonline.com