Anak Gagap, Apa yang Harus Orangtua Lakukan?

Baby & Kids - 02 Dec 2019

Gagap atau dikenal juga dengan istilah stuttering merupakan masalah atau gangguan bicara yang mempengaruhi banyak anak, terutama yang berusia 2 hingga 5 tahun. Pada sebagian anak, gagap merupakan cara alami untuk belajar menggunakan bahasa dan membentuk kalimat penuh sebelum ia  dapat menggunakan bahasa dengan benar. 

Dalam banyak kasus, gagap bisa hilang dengan sendirinya saat anak berusia 5 tahun. Jadi, Anda tidak membutuhkan bantuan professional atau medis untuk mengatasinya. Saat anak tumbuh dan berinteraksi dengan lebih banyak anak dan orang dewasa, maka gagap akan hilang dengan sendirinya. Namun pada sebagian orang, kondisi ini bisa bertahan lama (hingga dewasa). Tidak ada obat untuk gagap, namun ada perawatan yang efektif untuk mengatasinya. Kenali cara mengatasi gagap pada anak, agar ia bisa berkomunikasi dengan lancar.

Anak yang gagap biasanya mengalami kesulitan dalam mengucapkan apa yang ingin ia  sampaikan. Penderita gagap biasanya mengulangi suku kata tertentu (Ma ma ma mau kemana?), memanjangkan atau suatu kata atau susunan kata ketika berbicara (Sssss saya juga mau). Sebagian dari mereka bahkan bisa berhenti, tidak mengeluarkan suara sama sekali untuk suku kata tertentu. 

Para ahli beranggapan bahwa banyak faktor yang berkontribusi menyebabkan gagap, termasuk:

Genetik: Sekitar 60 persen penderita gagap memiliki anggota keluarga dekat yang juga gagap.

Masalah bicara dan bahasa lainnya atau penundaan perkembangan.

Kondisi kesehatan, misalnya sebagai akibat dari trauma, stroke, atau cedera pada otak,

Gangguan mental, seperti trauma emosional.

Yang dapat dilakukan orangtua

Gagap dapat menimbulkan dampak yang beragam bagi anak. Mulai dari masalah berkomunikasi,  anak merasa minder, frustasi dan sebagainya. Apa yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anaknya yang gagap?

Jangan selalu menuntut anak untuk berbicara dengan tepat dan benar. Biarkan bicara menjadi hal yang menyenangkan untuk anak.

Gunakan saat makan bersama keluarga menjadi waktu berkomunikasi dengan anak. Hindari gangguan seperti televisi, radio atau gawai.

Hindari mengoreksi anak dengan kalimat “bicara pelan-pelan saja,” atau “tarik napas dalam-dalam.” Komentar-komentar seperti ini, meskipun  bermaksud baik, namun hanya akan membuat anak kehilangan kepercayaan dirinya dan menyadari kalau ia gagap.

Jangan menyuruh anak untuk mengulangi perkataannya dari awal.

Jangan memotong pembicaraan anak.

Saat berkomunikasi dengan anak, bicaralah dengan tenang dan perlahan. Buat suasana rumah menjadi tenang dan nyaman. Anda juga bisa meminta anggota keluarga lainnya bicara dengan tenang pada anak yang gagap.

Saat berkomunikasi, pertahankan kontak mata dengan anak. Usaha untuk tidak berpaling atau menunjukkan rasa kesal.

Kapan  harus mencari bantuan? 

Jika anak Anda berumur 5 tahun dan masih gagap, konsultasikan dengan dokter atau bila memungkinkan terapis wicara dan kemampuan bahasa. Anda juga mungkin ingin berkonsultasi dengan terapis jika:

Anak mengulang seluruh kata dan frase secara konstan dan berlebihan.

Sering mengulang suara dan suku kata.

Ada peningkatan anak memannjangkan kata-kata.

Memulai bicara dengan sangat sulit dan tegang.

Anda melihat  otot-otot bicara anak menegang.

Anda melihat ketegangan vokal pada anak yang menyebabkan nada bicaranya meninggi atau nyaring.

Anak Anda menghindari situasi yang membutuhkan percakapan.

Anak mengubah sebuah kata karena takut tergagap.

Anda merasa khawatir dengan perkembangan kemampuan bicara anak. (red)

Foto: illustrationsource.com