Jangan Biarkan Si Kecil Jadi Penakut

Baby & Kids - 25 Sep 2019

Anak-anak  sulit ditebak. Awalnnya mereka seperti tidak kenal takut, bahkan mereka seorang explorer yang pemberani. Namun kemudian mereka berubah. Dari penjelajah pemberani menjadi anak yang penakut. 

Jika Si Kecil merasa cemas atau takut berlebih, jangan khawatir. Perasaan takut tersebut biasanya akan berkurang dan  menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Sebagai orangtua, Anda dapat membantunya dalam menanggulangi rasa takutnya. Bagaimana caranya?

- Bantu si kecil untuk mengatasi rasa takutnya secara bertahap. Bila ia takut gelap, sebaiknya  nyalakan lampu saat tidur selama yang ia inginkan atau tidur dengan kamar yang terbuka pintunya. Jelaskan padanya bahwa Anda akan melindungi dari hal yang ia takuti. 

- Pahami rasa takut anak. Jangan pernah mengatakan kalau ketakutannya tidak masuk akal atau merupakan hal yang konyol. Katakan pada anak bahwa rasa takut memang nyata, bukan cuma anak-anak, orang dewasapun mengalaminya.

- Jangan memaksa anak untuk segera bisa mengatasinya. Beri ia cukup waktu untuk beradaptasi pada situasi atau objek yang membuatnya takut.

- Bekali anak dengan wawasan. Beri alasan mengapa hal-hal yang ditakutinya itu tidak perlu ditakutkan.

- Jangan mengolok-olok rasa takutnya, apalagi membicarakannya pada orang lain di depan anak. Meski belum dewasa, namun mereka sudah bisa merasakan malu atau marah karena menjadi bahan ceritaan yang menurutnya tidak bagus.

- Berikan  pujian ketika anak menunjukkan perubahan perilaku yang menjadi lebih berani dibandingkan biasanya.

- Bila rasa takut anak berlebihan dan segala upaya  yang Anda lakukan tidak membuahkan hasil, tak ada salahnya meminta bantuan psikiater untuk mengurangi ketakutan buah hati Anda. (red)

Foto: Huffington Post